Hansip Ini Perjuangkan Anaknya yang Kondisinya Dengan Berkebutuhan Khusus

Kasih Ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Sepenggal lagu di atas pasti selalu terngiang di telinga sedari kita kecil. 
 
Nah, Ayah, jadi pahlawan yang tidak terlihat. Perannya banyak di belakang layar. Jika yang banyak orang lihat, merawat dan mengasuh anak kebanyakan adalah peran Ibu, tentu saja salah. Ayah dan Ibu berperan penting. Kedekatan Ayah dengan anak-anak juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.
 
Kasih sayang tak terhingga tercermin dari keluarga bapak Sholeh dan ibu Suryati yang berjuang membesar anaknya Pian (20 tahun). Pian dengan kondisi berkebutuhan khusus ini dibesarkan oleh Sholeh dan Suryati meski dengan kondisi ekonomi secukupnya. 
 
Sholeh yang sehari-harinya bekerja sebagai hansip serta Suryati yang hanya ibu rumah tangga dengan sabar membesarkan Pian hingga sekarang ini. 
 
Penghasilan Sholeh yang hanya bekerja sebagai hansip tidak menentu sehingga hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Sholeh menceritakan awal anaknya Pian dengan kondisi berkebutuhan khusus mengalami kejang di umur 7 bulan dikarenakan step ( kejang ) dibawa ke Rumah Sakit. 
 
"Menurut dokter Pian di dianogsa gangguan saraf, " ujar Sholeh kepada tim JQR dirumahnya. 
 
Sholeh menjelaskan dikarenakan kondisi keterbatasan biaya Pian pun hanya berobat secara alternatif, namun hal itu tak membuat Pian membaik, akhirnya Sholeh memutuskan untuk menghentikan pengobatan tersebut. 
 
"Karena biaya untuk kebutuhan sehari tidak bisa mendukung biaya untuk pengobatan Pian yang harus secara berkala melakukan alternatif, " ungkapnya 
 
Dalam kesempatan itu, Tim Jabar Quick Response memberikan bantuan berupa donasi tunai untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari hari. Tim menyarankan kepada bapak sholeh membuat BPJS PBI kepada kewilayahan setempat diantaranya RT / RW dan perangkat desa.