Setahun Pandemi, JQR Terus Distribusikan Bantuan Untuk Ratusan Fasyankes dan Warga di Jawa Barat

Kota Bandung - Sejak kasus perdana Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, Jabar Quick Response telah ikut berperan dan tergabung dalam Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat untuk membantu upaya penanggulang dan pencegahan wabah Covid-19.
 
Sebagai salah satu organisasi yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Jawa Barat, Jabar Quick Response memiliki 4 peran utama, yaitu; sebagai penerima aduan masyarakat, pengelola informasi, edukasi melalui kampanye media, dan melakukan advokasi terhadap warga terkait informasi dan kebijakan yang berhubungan dengan Covid-19.
 
Tidak hanya itu, sebagai organisasi kemanusiaan dibawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jabar Quick Response senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi penyelesaian aduan yang dilaporkan oleh warga. Tercatat selama pandemi ini, Jabar Quick Response telah berkolaborasi dengan 35 lembaga dan institusi baik pemerintah maupun swasta dalam upaya penanganan Covid-19 di Jawa Barat, seperti misalnya; Bank BJB, Baznas Jabar, PT. Eigerindo MPI, Yayasan Rumah Yatim, Wakaf Salman ITB dan WeCare.id.
 
Bersama puluhan lembaga diatas, tak kurang dari ribuan APD dan paket sembako hasil kolaborasi bersama para donatur itu telah disalurkan kepada ratusan Fasyankes dan ratusan ribu warga yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Tak hanya itu, Jabar Quick Response seringkali melakukan advokasi dan pendampingan kesehatan terhadap warga yang menghadapi kesulitan terkait upaya penanganan Covid-19.
 
Menurut Ketua Umum Jabar Quick Response, Bambang Trenggono, kolaborasi dalam penanganan wabah Covid-19 amat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dalam penanganan pandemi Covid-19, semua orang dapat berperan sesuai dengan kapasitas dan profesinya masing-masing.
 
"Kolaborasi itu adalah tingkatan manajemen tertinggi. kita dapat berbuat sesuai dengan passion-nya masing-masing. Pekerja seni dan budaya contohnya dapat turut mengkampanyekan (protokol kesehatan) ke berbagai pihak (melalui karya-karyanya). Kami dari Jabar Quick Response, kita membantu penanganan dan pencegahan. Membagikan APD dan masker kepada puskesmas dan Rumah Sakit yang membutuhkan. Pun juga melakukan advokasi dan edukasi kepada warga yang membutuhkan informasi dan pendampingan." ujarnya.
 
Menurut Bambang, kolaborasi harus dilakukan dalam berbagai aspek, tak hanya dalam penanganan Covid-19 tapi juga dalam penanganan masalah-masalah kemanusiaan pada umumnya mengingat banyaknya masalah sosial yang harus diselesaikan di Jawa Barat.
 
"Sesuai dengan visinya Gubernur Jawa Barat, Jabar Juara Lahir Batin Dengan Inovasi dan Inovasi. Tanpa kolaborasi tujuan tidak akan tercapai." tambahnya.
 
Bambang juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan sedisiplin mungkin. Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk memiliki pola hidup yang sehat dan positif agar imunitas terjaga.